TIPE ATAU JENIS MASJID

#Repost dari tulisan @Ust Misbah
>>http://bit.ly/2EB0tGp<<

Sebelum melanjutkan pembahasan DETAIL tentang 3 Langkah Dasar Memakmurkan Masjid, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang tipe – tipe Masjid di sekitar kita.

Karena setiap masjid memiliki pendekatan dan strategi berbeda untuk memakmurkannya.

Pada Masa Orde Baru Masjid diklasifikasikan berdasar wilayah:
1. Masjid Tigkat Provinsi disebut Masjid Raya
2. Masjid Tingkat Kabupaten atau Kota disebut Masjid Agung
3. Tingkat Kecamatan disebut Masjid Besar
4. Tingkat Desa atau kelurahan disebut Masjid Jami’

Pada masa berikutnya, masih ada beberapa kesamaan dengan masa sebelumnya, masjid di Indonesia terbagi menjadi 7 tingkatan sebagaimana yang ditulis Usyadz Valintino Dinsi, yakni:
1. Masjid Negara yaitu masjid Istiqlal yang ditetapkan sebagai satu-satunya Masjid Negara
2. Masjid Akbar dengan status sebagai masjid Nasional
3. Masjid Raya dengan status sebagai masjid Provinsi
4. Masjid Agung dengan status sebagai Masjid Kabupaten atau Kota
5. Masjid Besar dengan status sebagai masjid Kecamatan
6. Masjid Jami’ dengan status sebagai Masjid Kelurahan
7. Masjid Biasa untuk yang tidak masuk dlm kriteria 1 – 6

Pembagian diatas tidak berbeda jauh dengan klasifikasi Masjid yang dilakukan oleh oleh Kemenag RI, sebagai berikut:
1. Masjid Negara adalah Masjid yang ditetapkan oleh pemerintah Pusat.
2. Masjid Raya adalah Masjid yang ditetapkan oleh pemerintah Provinsi
3. Masjid Agung adalah Masjid yang ditetapkan oleh pemerintah Kabipaten atau Kota
4. Masjid Besar adalah Masjid yang ditetapkan oleh pemerintah kecamatan
5. Masjid Jami’ adalah Masjid yang ditetapkan oleh pemerintah Desa / Kelurahan
6. Masjid Nasional
7. Masjid bersejarah
8. Masjid Tempat Publik

Untuk keterangan diatas lebih lanjut, bisa dilihat di website resmi kemenag tentang data masjid : http://simas.kemenag.go.id/

Tulisan ini tidak akan membahas seluruh tipe masjid, tapi lebih fokus di dua tipe masjid, yakni Masjid Jami’ dan Masjid berada ditempat publik (Masjid Publik), atau dalam Istilah Valentino Dinsi sebagai Masjid Biasa. Itu yg terakhir ink kita menggunakan istilah kemenag saja ya, Masjid Publik.

Jika kita lihat fakta di lapangan, kebanyakan dua tipe masjid ini dikelola oleh warga sekitar, secara swadaya, bersifat kultural, alami dan non professional (tidak ada bayaran) kecuali pekerja kasar dan teknis, sperti marbot dll.

Untuk itu Masjid jami’ dan Masjid Publik bisa diklasifikasi minimal menjadi 4 tipe masjid, yaitu:
1. Masjid Institusi seperti masjid kampus atau kantor (baik pemerintahan maupun swasta)
2. Masjid Perkampungan
3. Masjid Perumahan
4. Masjid Musafir atau yang berada di pinggir jalan raya utama.

Yang Pertama, Masjid Institusi adalah masjid yang jamaahnya sudah terikat kepada kesepakatan atau kontrak dengan lembaga yang menaungi masjid tersebut. Seperti Masjid kantor, Masjid Perguruan Tinggi, Masjid Rumah Sakit, Masjid Organisasi / Yayasan dan lain-lain.

Masjid Kampus mayoritas jamaahnya berasal dari mahasiswa, karyawan dan dosen. Masjid kantor jamaahnya didominasi para karyawann, Masjid RS didominasi oleh Dokter, pasien dan para pengunjung RS.

Sehingga kemakmuran masjid ini sangat tergantung dengan jam kerja yang telah ditentukan.

Yang Kedua, Masjid Perkampungan adalah Masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadahnya warga kelurahan atau kampung terutama kegiatan Shalat Jumatnya.

Dalam Satu kelurahan biasanya hanya terdapat satu masjid, yang disebut dengan Masjid Jami’. Bisa juga menjadi masjid Musafir jika lokasinya berada di pinggir jalan.
Masjid di Perkampungan ada juga yang tidak berlaku sebagai masjid Jami’ jika sudah ada masjid yang lebih besar disekitarnya, sehingga fungsi kemakmurannya hanya digunakan shalat 5 waktu dan kegiatan yang lain non Shalat Jumat.

Masjid di perkampungan biasanya bernaung kepada salah satu organisasi tertentu yang menjadi kiblat dalam menentukan sikap dan kegiatan kegamaan.

Masjid ini cenderung bersikap “waspada” dan memfilter dengan ketat terhadap organisasi atau kompok lain yang hendak mewarnai kegiatan di masjid. Mereka lebih memilih untuk melestarikan apa yang telah diajarkan guru-gurunya terdahulu, merawat jamaah agar tetap tenang dan stabil dan mencukupkan diri dengan apa yang sudah dilakukan turun temurun sambil menunggu arahan dari ulama atau kyai setempat.

Yang Ketiga, Masjid Perumahan dalah masjid dilingkunagn perumahan, bisa juga menjadi masjid Musafir tetapi itu sangat jarang, karena masjid di perumahan biasanya diletakkan di Fasum di dekat taman dan terletak di belakang atau di tengah perumahan.

Hampir tidak ada Masjid Perumahan yang juga masuk kategori Masjid Jami’, karena cakupan jamaahnya biasanya hanya satu atau beberapa RW saja, tidak sampai satu kelurahan.

Masjid Perumahan cenderung memiliki jamaah yang heterogen sehingga lebih terbuka kepada hal-hal baru. Masjid tipe ini jarang berafiliasi dengan organisasi dan golongan tertentu.

Mereka berkegiatan sesuai dengan apa yang diminta jamaah, baik kegiatan kegamaan, ibadah rutinan hingga kegiatan2 sosial. termasuk juga kegiatan2 kajian yang oleh beberapa pihak dianggap kontroversi.
Bagi masjid perumahan, hal seperti ini tidak menjadi problem, karena masjid menganggap jamaah sudah mampu memilah dan memilih sendiri apa yang baik untuk agama mereka.

Yang Keempat, Masjid Musafir adalah masjid yang berada di pinggir jalan raya utama, tempat rujukan para musafir untuk melaksanakan ibadah dan melepas lelah. Bisa jadi Masjid Musafir ini termasuk Masjid Institusi atau Masjid Perkampungan, tapi sangat jarang sekali termasuk kategori Masjid Perumahan.

Jika pandai mengelola, Masjid Musafir berpontensi mendapatkan infaq yang tidak sedikit. Apalagi jika pelayanan berupa fasilitas-fasilitas untuk musafir disediakan dengan baik, seperti toilet yang bersih dan memadai, rest area, tempat kuliner, area bermain anak-anak, area parkir yang luas dan lain-lain.

Alhasil,
Setiap masjid memiliki kecenderungan dan strategi yang berbeda dalam memakmurkannya. Tidak bijak kiranya terlalu membandingkan masjid satu dangan masjid lain atau takmir satu satu dengan takmir yang lain karena setiap masjid memiliki tantangan mereka masing-masing.
Namun yang pasti, mindset TAKMIR ADALAH PELAYAN MASJID adalah prinsip yang tidak bisa ditawar lagi.

Jadi, tipe Masjid apakah yang sedang anda LAYANI saat ini?

#TipeMasjid
#TakmirMasjidPelayanMasjid
#SahabatMasjidIndonesia

=============================

Ingin tahu lebih jauh tentang Sahabat Masjid??
Kunjungi kami di
👇
👇
👇
Website : www.sahabatmasjid.org
IG : Sahabatmasjidku
Fp : Sahabat Masjid Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *