Tiga Langkah Dasar Memakmurkan Masjid

1. MENGUBAH MINDSET dari “Takmir adalah Penguasa Masjid” menjadi “Takmir adalah PELAYAN Masjid”. 
Ini yang paling mendasar, pekerjaan takmir bukan untuk menjadi penguasa namun sebagai pelayan jamaah.
Prinsip yang harus ditanamkan adalah “Melayani Jamaah Masjid adalah Melayani Tamu Allah”, sehingga mampu melihat jamaah sebagai LAHAN mendapatakan sebanyak-banyak PAHALA, karena berkhidmah kepada Allah.

Ada dua jenis PELAYANAN. Pertama, Takmir melayani jamaah secara PERSONAL dengan menjaga hubungan baik dengan jamaah sebagai sesama muslim terutama yang baru terlihat di masjid, minimal dengan membudayakan diri untuk berlaku 3S (Salam Senyum Sapa).

Kedua, Takmir melayani jamaah secara organisasi atau lembaga yakni dengan membuat program-program yang berbasis PELAYANAN kepada JAMAAH. Baik program dari segi infrasturktur, sarana prasarana, kegiatan-kegiatan keagamaan dan soisal. Seperti membuat bangunan masjid ramah difabel dengan diberikan jalur khusus bagi yang menggunakan kursi roda, memberikan Karpet, memasang AC, baksos, layanan Tahsin al Quran, Kajian rutin utk semua usia dan lain-lain. InsayaAllah akan kami tulis dikesempatan lain tentang prinsip membuat program-program Masjid.

2. PENDATAAN Jamaah Masjid. Hal ini bisa dilakukan dengan pengklasifikasian berdasarkan:
– Rutinitas dalam melaksanakan shalat berjamaah. Jika belum bisa shalat 5 waktu, bisa dimulai dengan pendataan berdasarkan jamaah shalat Shubuh terlebih dahulu.
– Berdasarkan Profesi / Pekerjaan
– Berdasarkan tingkatan Ekonomi
– Berdasarkan tingkat Pendidikan
– Berdasarkan Usia

PENDATAAN penting dilakukan agar takmir masjid mengetahui secara mendalam OBYEK dakwah yang dihadapi.

3. FUNDRISING (collect Dana)
FundRising atau collet Dana bisa berupa Zakat infaq sedekah dari Jamaah atau atau donasi rutin.
Penghimpuan dana utk masjid yang paling sederhama adalah cukup dengan membuat kotak Infaq ditaruh di depan masjid dan kotak infaq yang berjalan untuk jamaah saat shalat jumat.

Namun jika ingin memperoleh dana yang lebih banyak lagi, maka takmir harus mengkombinasikannya dengan program-program pelayanan masjid. Semakin jamaah merasa ‘terlayani’ ketika beribadah ke masjid, semakin besar pula infaq sedekah yang dititipkannya ke masjid.

Wallahu a’lam

=========================
Tulisan di atas hanya berdasarkan analisa Dangkal al faqir di lapangan, tidak bersumber dari buku-buku ilmiah kecuali sedikit, dan bertujuan untuk Sharing Informasi tentang Kemasjidan, tentu jauh dari kata IDEAL. silahkan berikan komentar dan masukannya dalam rangka watawashou bil haq watawashoubis shobri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *