PELAYAN MASJID

Mindset PELAYAN MASJID terdengar mudah tapi cukup sulit untuk dilaksanakan.

Yang Pasti mindset ini harus membuang jauh-jauh perasaan MENGUASAI masjid.

Takmir mesti bisa menanggalkan semua jabatan yang dimilki saat di luar masjid.
Hal ini cukup sulit bagi Takmir yang terbiasa menjabat posisi srategis disebuah instansi.

Namun, Sulit tentu bukan hal yang mustahil.

Karena banyak juga takmir yang pernah atau sedang memiliki jabatan prestisius di instansinya tapi ia berhasil melepaskannya saat menjadi PELAYAN RUMAH ALLAH.

Memiliki mindset PELAYAN sama halnya menginternalisasi sikap TAWADHU’ (Rendah hati) – salah satu bab tentang Tazkiyatun Nufus – ke dalam jiwa.
Hampir setiap Takmir yang memiliki mindset PELAYAN adalah orang-rang yang TAWADHU’

Selain sikap tawadhu’, prinsip -sebaik baik manusia adalah yang paling banyak kemanfaatannya kepada manusia yang lain – harus benar-benar dipegang teguh oleh Takmir.
Dalam istilah tasawuf ini disebut dengan Khidmah Linnas (melayani manusia yang lain). dalam konteks masjid berarti Khidmah lil Jamaah.

Istilah Suroboyoane Takmir iku Kudu KOBER ngramut Jamaah.
Siap menyisihkan waktunya untuk memberikan “perhatian” kepada jamaah.
Menjadikan jamaah sebagai perantara keberkahan hidup dan wasilah turunnya pahala kepada mereka.

Mindset PELAYANAN Takmir bisa dilihat dalam 2 (dua) hal;
1. Dalam sikap Personal
2. Dalam pembuatan Program atau kegiatan.

InsyaAllah 2 hal di atas akan kita bahas di tulisan selanjutnya.

#TakmirPelayanMasjid
#TakmirBukanPenguasaMasjid
#SahabatMasjidIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *