Kenapa Harus 40 Hari???

Ada beberpa cletukan protes ke panitia, kenapa harus 40 hari? Kok tidak hanya 30 hari saja dan seterusnya.

Jika kita menilisik beberapa literature sejarah, ayat al Quran serta Hadist, angka 40 hari memilki tempat tersendiri dalam agama Islam, diantaranya:

♳ Jaminan mendapatkan keutamaan Selamat dari Api Neraka dan selamat dari sifat Nifaq, jika istiqamah menjalankan Shalat Berjamaah tanpa ketinggalan takbirotul Ihram selama 40 hari.
عن أنس بن مالك ـ رضي الله عنه ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi)

♴Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa selama 40 Hari. Sebagaimana tercermin dalam Quran surat Al A’raf : 142

“Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.”

♵ Salah satu penyebab Banjir Dahsyat yang menimpa Umat Nabi Nuh adalah hujan yang turun selama 40 hari.

♶ Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertama kali saat beliau umur 40 tahun, meskipun ada riwayat lain yang mengatakan umur 41 tahun.

♷Manusia berpotensi besar untuk menyempurnakan diri hingga umur 40 tahun. Sebagaimana terlihat dalam surat al Ahqaf : 15

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

So, menentukan 40 hari bukan tanpa alasan atau asal comot.

Dengan pembiasaan selama 40 hari, selanjutnya peserta insyaAllah akan menikmati dan istiqamah menjalan kan ibadah yang nilainya sama dengan Shalat Tahajjud semalam suntuk meski tanpa ada pancingan hadiah. Aamiin

Pejuang Shubuh Kids, Pantang Kesiangan !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *